Selasa, 14 Februari 2012

MAKALAH PENCEMARAN LINGKUNGAN HIDUP

BAB I
PENDAHULUAN

1.    Latar Belakang
Lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya keadaan, dan makhluk hidup termasuk di dalamnya manusia dan perilakunya yang mempengaruhi kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup laiinya (Undang-undang No. 23 Tahun 1997). Kondisi lingkungan dapat berubah oleh campur tangan manusia dan faktor alam sehingga diperlukan keseimbangan lingkungan. Keseimbangan lingkungan dapat terganggu apabila terjadi perubahan berupa pengurangan fungsi atau hilangnya sebagian komponen yang dapat menyebabkan putusnya mata rantai dalam ekosistem. Salah satu penyebabnya adalah polusi atau pencemaran lingkungan di samping factor-faktor lain. Maka dari itu perlu adanya etika lingkungan.

2.    Tujuan
  1. Mengetahui pengertian pencemaran dan etika lingkungan
  2. Mengetahui macam-macam pencemaran lingkungan
  3. Memahami cara melestarikan lingkungan

3.    Rumusan Masalah
  1. Apakah penyebab pencemaran lingkungan dan macam-macam pencemaran?
  2. Upaya apakah yang harus dilakukan untuk melestarikan lingkungan?







BAB II
PEMBAHASAN

A.  Pengertian Pencemaran
Sebelum kita membahas lebih jauh mengenai pencemaran mari kita uraikan dahulu apa itu pengertian dari pencemaran lingkungan. Pencemaran lingkungan adalah masuknya makhluk hidup, zat energi,atau komponen lain dalam lingkungan, serta berubahnya tatanan lingkungan yang disebabkan oleh kegiatan manusia atau proses alam baik bersifat fisik, kimiawi, maupun biologis sehingga mengganggu kesehatan, eksistensi manusia, aktivitas manusia, serta organisme lainnya.
Perlu kalian ketahui bahwa zat yang menimbulkan pencemaran itu disebut polutan, dan Secara garis besar pencemaran tergantung pada empat factor, yaitu jumlah penduduk, jumlah sumber daya alam yang dipakai oleh tiap individu, jumlah polutan yang dikeluarkan oleh setiap jenis sumber daya alam serta teknologi yang digunakan.
Tahukah kalian bahwa organisasi kesehatan dunia (WHO) telah menetapkan empat tahapan pencemaran daiantaranya yaitu sebagai berikut:
  1. Pencemaran tingakat pertama, yaitu pencemaran yang tidak menimbulkan kerugian pada manusia, baik dilihat dari kadar zat pencemarannya maupun waktu kontaknya dengan lingkungan.
  2. Pencemaran tingkat kedua, yaitu pencemaran yang mulai menimbulkan iritasi ringan pada panca indera dan alat vegetatif lainnya serta telah menimbulkan gangguan pada komponen ekosistem lainnya.
  3. Pencemaran tingkat ketiga, yaitu pencemaran yang telah menimbulkan reaksi pada alat tubuh dan menyebabkan sakit yang kronis.
  4. Nah, yang terakhir yaitu Pencemaran tingkat keempat, ialah pencemaran yang telah menimbulkan sakit bahkan kematian dalam lingkungan karena kadar zat pencemarannya terlalu tinggi.
itu tadi empat tahapan pencemaran menurut WHO, sungguh mengerikan bukan dampak dari pencemaran bahkan bisa berdampak pada kematian. Sehingga kita harus dapat meminimalisasikan pencemaran udara.

B.  Macam-Macam Pencemaran
Untuk meminimalkan pencemaran yang terjadi di lingkungan kita tentu kita harus mengetahui apa saja macam pencemaran dan sumber pencemarnya, mari kita ulas satu per satu macam-macam pencemaran beserta polutannya !.
a.    Pencemaran Udara
Udara adalah atmosfer yang berada di sekeliling bumi yang fungsinya sangat penting bagi kehidupan. Masih ingatkah kalian dengan pelajaran fisika SMP mengenai komposisi udara?. didalam udara itu terdapat oksigen untuk bernapas, karbondioksida untuk fotosintesis tumbuhan hijau, dan ozon untuk menahan sinar ultraviolet. Komposisi udara bersih dan kering tersusun oleh nitrogen (78,09%), oksigen (21,94%), argon (0,93%), karbondioksida (0,032%), dan gas-gas lain dalam konsetrasi rendah. Perlu kalian ketahui Apabila komposisi udara tersebut mengalami perubahan dari komposisi normal dan mengganggu kehidupan manusia, hewan, dan tumbuhan maka terjadi pencemaran udara.
Selanjutnya kita akan membahas mengenai macam-macam polutan udara dan dampaknya yaitu:
*       Karbonmonoksida (CO), berasal dari asap kendaraan bermotor, proses industri, dan asap rokok. Apabila gas CO masuk ke dalam paru-paru dan ikut peredaran darah, akan menghalangi masuknya oksigen yang dibutuhkan oleh tubuh, karena CO mudah bereaksi dengan hemoglobin. CO juga dapat menimbulkan gangguan pernapasan, pusing, dan mual.
*       Karbondioksida (CO2), bersumber dari respirasi makhluk hidup, pembakaran bahan bakar fosil, pembakaran sampah, dan kebakaran hutan. Gas CO2 penyebab utama efek rumah kaca yang menyebabkan pemanasan global, permukaan air laut naik, dan perubahan iklim.
*       Nitrogen oksida (NO, NO2), sumber dari asap kendaraan bermotor, asap rokok, pembakaran gas alam, pembakaran batu bara. Gas NO2 yang masuk paru-paru akan menimbulkan pembengkakan paru-paru dan menimbulkan kematian. Gas NO menyebabkan gangguan system saraf mengakibatkan kejang-kejang. Bagi tanaman dapat menimbulkan kerusakan jaringan daun sehingga mengganggu fotosintesis.
*       Sulfur-Oksida (SO2, SO3), bersumber dari gunung berapi, pengolahan biji belerang, pembakaran batu bara. SO# menimbulkan hujan asam yang merusak tanaman, kesuburan tanah, merusak bangunan karena bersifat korosif, dan pada manusia menyebabkan iritasi mata serta gangguan saluran pernapasan.
*       Materi partikel seperti debu, asbestos, metal, suspensi minyak.  Sumbernya berasal dari debu tanah dan pasir yang terbawa angina, abu dan bahan vulkanik dari letusan gunung berapi, proses industri dan buangan limbah padat. Materi partikel dapat menimbulkan gagguan pernapasan, batuk, bronchitis dan asbestos menyebabkan kanker. 

b.    Pencemaran Air
Macam-macam polutan air dan dampaknya yaitu:
*       Sampah organik, menyebabkan menurunnya kandungan oksigen dan menimbulkan gas H2S yang bersifat racun.
*       Virus dan bakteri, menimbulkan berbagai penyakit.
*       Merkuri (Hg), sumbernya dari limbah industri dan pertambangan terutama tambang mas. Menyebabkan gangguan saraf dikenal dengan penyakit “minamata”.
*       Timbale (Pb), sumber dari asap kendaraan bermotor dan limbah industri. Menyebabkan gangguan fungsi enzim, gangguan pembentukan hemoglobin darah dan dapat mengendap dalam tulang yang disebut penyakit “Plumbisme”.
*       Cadmiun (Cd), sumber dari limbah industri keramik, fotografi, penyaduran logam dan pertambangan. Menyebabkan gangguan pada ginjal, hati, dan kerusakan tulang.
*       Tembaga (Cu), sumber dari limbah pertanian, industri dan fungisida. Menyebabkan gangguan ginjal, hati, dan asam amino.
*       Bahan radio aktif, sumberdari limbah PLTN, kerak bumi. Menyebabkan gangguan fisiologis dan genetis.

c.    Pencemaran Tanah
Sumber pencemaran tanah yaitu:
*       Sampah-sampah plastic yang sulit hancur seperti botol, karet sintesis, pecahan kaca, dan kaleng.
*       Detergen yang bersifat non bio degradable (secara alami sulit diuraikan).
*       Zat kimia dari buangan pertanian misalnya (insektisida).

C.  Etika Lingkungan
Etika adalah penilaian terhadap tingkah laku atau perbuatan. Etika bersumber pada kesadaran dan moral seseorang. Etika biasanya tidak tertulis. Namun ada etika yang tertulis, misalnya etika profesi, yang dikenal sebagai kode etik. Etika lingkungan, pada dasarnya adalah perbuatan apa yang dinilai baik untuk lingkungan dan apa yang tidak tidak baik bagi lingkungan. Etika lingkutan bersumber pada pandangan seseorang tetang lingkungan.
Prinsip-prinsip etika lingkungan mengatur sikap dan tingkah laku manusia dengan lingkungannya. Prinsip-prinsip tersebut adalah prinsip tidak merugikan, tidak campur tangan, kesetiaan, dan keadilan.
1.    Prinsip tidak merugikan (the rule of Nonmaleficence), yakni tidak merugikan lingkungan, tidak menghancurkan populasi spesies atau pun komunitas biotic.
2.    Prinsip tidak campur tangan (the rule of noninterference), yakni tidak memberi hambatan kepada kebebasan setiap organisme, yaitu kebebasan mencari makan, tempat tinggal, dan berkembang biak.
3.    Prinsip kesetiaan (The rule of fidelity) yakni tidak menjebak, menipu, atau memasang perangkap terhadap makhluk hidup untuk semata-mata kepentingan manusia.
4.    Prinsip keadilan (the Rule of Restitutive Justice), yakni mengembalikan apa yang telah kita rusak dengan membuat kompensasi.

Beberapa contoh tindakan tindakan yang sesuai dengan etika lingkungan adalah sebagai berikut :
1.    Membuang sampah (missal bungkus permen) pada tempatnya. Jika belum ditemukan tempat sampah, bungkus permen itu hendaknya dimasukkan ke saku terlebih dahulu sebelum di buang pada tempatnya.
2.    Menggunakan air secukupnya. Jika tidak sedang digunakan, matikan keran. Dari keran yang menetes selama semalam, dapat ditampung air sebanyak 5- 10 liter, cukup untuk minum bagi dua orang dalam sehari. Ingat, sesungguhnya air itu tidak hanya untuk manusia, tetapi juga untuk makhluk hidup lainnya.
3.    Hemat energi. Mematikan lampu listrik jika tidak digunakan. Jika kamu memasak air, kecilkan api kompor tersebut segera setelah air mendidih. Menurut hukum fisika, jika air mendidih, suhunya tidak dapat ditingkatkan lagi. Menggunakan api kompor besar ketika air sudah mendidih hanya memboroskan bahan bakar.
4.    Tidak membunuh hewan yang ada di lingkungan, menangkap, atau memeliharanya.
5.    Tidak memetik daun, bunga, ranting, atau menebang pohon tanpa tujuan yang jelas dan bermanfaat.
6.    Gemar menanam bunga, merawat tanaman, melakukan penghijauan.
7.    Mencegah terjadinya pencemaran lingkungan
8.    Mengembalikan hewan atau tumbuhan ke habitat aslinya.


Kita sebagai mahluk hidup yang bersatu dan sangat membutuhkan  lingkungan tentu harus mempunyai etika dalam menempati dan berinteraksi dengan lingkungan sehingga kelestarian dan kenyamanannya dapat terjaga, karena itulah mari kita pelajari pula bagaimana kita harus beretika dengan lingkungan. Etika lingkungan menurut Poerwadarminta adalah pengetahuan tentang asas-asas mengenai akhlak atau moral. Untuk menjaga kelangsungan hidup manusia yang berhubungan denagn pemukiman dan kehidupan ekonomi social budayanya, digunakan etika yang menggunakan penalaran ekologi yaitu etika lingkungan. Dalam kehidupan sehari-hari sering terjadi pelanggaran etika lingkungan seperti membuang puntung rokok sembarangan, berterisk di tempat yang butuh ketenangan, membuat coretan pada dinding bangunan, menyemburkan asap rokok sembarangan, dan sebagainya.
Kalian tentu sudah tidak asing lagi bahkan sudah paham dengan istilah dan pengertian ekosistem karena kita sudah mempelajarinya sejak kita duduk di bangku sekolah dasar. Nah masih ingatkah kalian bahwa Tumbuhan, hewan, dan lingkungan membentuk suatu ekosistem?. Ekosistem tersebut membutuhkan keseimbangan agar tetap berlangsung hidup. Penting untuk kalian ketahui bahwa Keseimbangan ekosistem itu dipengaruhi oleh berbagai faktor yaitu:
1.    Penebangan dan Pembakaran Hutan
Manusia sering menebang pohon-pohon di hutan untuk kepentingan pribadi, manusi juga sering membakar hutan untuk membuka lahan pertanian dan perumahan. Perusakan hutan menyebabkan populasi tumbuhan berkurang, tanah bagian atas juga mudah terbawa air hujan sehingga menjadi daerah yang tandus, bahkan rawan tanah longsor dan banjir. Perusakan hutan juga mengakibatkan hewan-hewan kehilangan tempat tinggal, makanan, dan kehidupan mereka. Sangat buruk bukan akibat dari kerusakan hutan? Karena itulah masa depan alam semesta ini kita jugalah yang ikut berperan dalam menjaga kelangsungannya!.


2.    Penggunaan Pupuk dan Pestisida Secara Berlebihan
Ketahuilah kalian semua khususnya bagi kalian yang bertempat tinggal di kawasan pertanian atau mungkin orang tuanya bekerja sebagi petani bahwa penggunaan pupuk atau pestisida yang salah juga dapat berdampak panjang bagi lingkungan dan penghuninya. Pupuk anorganik dan pestisida adalah bahan kimia buatan pabrik yang dapat mempengaruhi kehidupan makhluk hidup lain. Misalnya pembunuh serangga (DDT) yang sebagian akan termakan hewan pemakan tanaman seperti tikus dan tupai, apabila hewan tersebut dimakan oleh burung pemangsa akan menyebabkan burung tersebut menghasilkan telur yang cangkangnya tipis sehingga menghambat perkembangan anak burung. Akibatnya populasi tikus meningkat dan merugikan petani. Pupuk anorganik dan pestisida yang terbawa air hujan ke sungai juga akan merusak kehidupan di air.

3.    Perburuan Liar
Kalian tentu sudah sering mendengar berita dari berbagai media perihal keadaan fauna indonesia yang semakin berkurang dan bahkan dinyatakan punah dari alam ini salah satu penyebabnya adalah Perburuan liar yang menyebabkan hewan-hewan berkurang jumlahnya hingga musnah. Yang lebih dikhawatirkan lagi bahwasanya musnahnya hewan-hewan tersebut tentu dapat mengganggu keseimbangan alam.

4.    Perusakan Terumbu Karang
Terumbu karang merupakan kumpulan kerangka bunga karang yang telah mati sebagai tempat tinggal hewan laut seperti kepiting, udang, dan kerang tumbuh. yang perlu ditekankan dan harus diketahui oleh kalian semua adalah proses terbentuknya terumbu karang membutuhkan waktu yang sangat lama bisa ratusan tahun, sedangkan orang-orang yang tidak bertanggungjawab memusnahkanya dan merusaknya hanya dalam hitungan menit, dengan alasan hanya untuk mendapatkan sesuap nasi, padahal tindakan mereka mengancam masa depan anak cucunya kedepan. Hilangnya terumbu karang menyebabkan hewan laut kehilangan tempat tinggal sehingga kesulitan mencari makanan dan masih banyak lagi dampak-dampak lainya yang harus kita pedulikan.

5.    Pembangunan Industri
Perkembangan dunia industri saat ini berkembang sangat pesat bahkan sudah menjamah daerah pedesaan karena daerah perkotaan sudah penuh dengan pabrik-pabrik industri, dengan demikian tidak hanya perkotaan saja yang akan terkena dampak dari industri tapi pedesaan yang tadinya hijau dan ekosistemnya masih bagus akan terkena imbasnya juga karena  Pabrik-pabrik industri menghasilkan limbah, limbah industri yang tidak diolah dan langsung dibuang ke sungai mengandung racun yang dapat merusak kehidupan di air sungai dan jika air sungai digunakan untuk mengairi sawah bahan kimia yang terkandung dalam air dapat terakumulasi pada tanaman dan akan berbahaya jika dikonsumsi manusia.

D.  Pencegahan Kepunahan Hewan dan Tumbuhan
Pernahkah kalian terbesit keinginan untuk berusaha dan merasa peduli dengan keanekaragaman flora dan fauna kita yang semakin habis karena ulah manusia? Kita sebagai penghuni dan pewaris alam ini sudah seharusnya bergerak secara nyata untuk mencegah dan mengatasi keadaan ekosistem yang semakin parah ini, nah sekarang kita ulas beberapa cara untuk menanggulangi perburuan dan pemusnahan hewan dan tumbuhan yaitu:
1.    Melindungi Hewan dan Tumbuhan Langka
Perlindungan hewan dan tumbuhan langka sudah diatur dalam undang-undang di setiap Negara. Negara juga mempunyai wilayah terlarang untuk perburuan, wilayah yang melindungi hewan dan tumbuhan disebut cagar alam, atau yang kusus melindungi hewan disebut suaka margasatwa.


2.    Melakukan Pembudidayaan Hewan atau Tumbuhan Langka
Kalo anda sering melihat program televisi anak di beberapa stasiun TV swasta banyak sekali yang menayangkan usaha-usaha penangkaran hewan baik binatang buas dan berbahaya maupun hewan ternak yang sudah biasa di pelihara tentu saja disamping untuk mendapatkan materi juga dapat membantu usaha kita untuk tetap melestarikan binatang yang terancam punah. Kebanyakan beberapa peternakan ayam ia juga mempunyai penangkaran buaya selain untuk menanggulangi kelangkaan buaya maka ayam-ayam yang sakit atau mati diberikan kepada buaya sebagai makanannya, selain mengurangi limbah ayam, peternakan buaya juga memberi keuntungan berupa kulit buaya. Sedangkan budidaya tumbuhan dapat dilakukan dengan menanam kembali bibit-bibit tumbuhan yang banyak diburu manusia seperti tumbuhan jati, cendana, gaharu, rotan dll yang mulai langka.
3.    Menggunakan Bahan Pengganti dari Tumbuhan, Hewan atau Sintesis
Coba anda lihat bagaimana  dunia mode pakaian berkembang saat ini dunia ini bahkan sudah mulia mengeksploitasi flora dan fauna sebagai bahan utamanya. Sungguh diluar dugaan nafsu dan ketertarikan manusia untuk memanfaatkan  kekayaan alam ini sangat besar, namun yang membuat kita prihatin adalah semua itu tidak diimbangi dengan kesadaran mereka untuk tetap mempertahankan kelestariannya, karen itulah seiring dengan perkembangan teknologi orang-orang yang masih peduli dengan keseimbangan alam berusaha menciptakan bahan-bahan imitasi agar tingkat konsumtif manusia untuk memanfaatkan alam dapat lebih ditekan. Seperti misalnya: Bulu burung cenderawasih yang digunakan untuk topi dapat diganti dengan bulu sintesis. Rambut harimau yang digunakan untuk permadani dan mantel dapat diganti dengan bulu domba atau bulu sintesis dengan pewarnaan tertentu. Di samping itu untuk mencegah dan menghindari tindakan manusia yang bersifat kontradiksi dari hal-hal tersebut di atas, pemerintah telah menetapkan kebijakan melalui Undang-undang Lingkungan Hidup.
Undang-undang tentang ketentuan-ketentuan pokok pengelolaan lingkungan hidup disahkan oleh Presiden Republik Indonesia pada tanggal 11 Maret 1982. Undang-undang ini berisi 9 Bab terdiri dari 24 pasal. Undang-undang lingkungan hidup bertujuan mencegah kerusakan lingkungan, meningkatkan kualitas lingkungan hidup, dan menindak pelanggaran-pelanggaran yang menyebabkan rusaknya lingkungan.
1.    Undang-undang lingkungan hidup antara lain berisi hak, kewajiban, wewenang dan ketentuan pidana yang meliputi berikut ini.
2.    Setiap orang mempunyai hak atas lingkungan hidup yang baik dan
sehat.
3.    Setiap orang berkewajiban memelihara lingkungan dan mencegah
serta menanggulangi kerusakan dan pencemaran lingkungan
4.    Setiap orang mempunyai hak untuk berperan serta dalam rangka
pengelolaan lingkungan hidup. Peran serta tersebut diatur dengan
perundang-undangan.
5.    Barang siapa yang dengan sengaja atau karena kelalaiannya
melakukan perbuatan yang menyebabkan rusaknya lingkungan hidup
atau tercemamya lingkungan hidup diancam pidana penjara atau
denda.











BAB III
PENUTUP

Kesimpulan
Lingkungan adalah tempat tiggal semua makhluk hidup. Dengan lingkungan yang bersih akan memberikan dampak yang baik bagi makhluk hidup yang tinggal di dalamnya. Sedangkan pencemaran lingkungan merupakan faktor terganggunya keseimbangan ekosistem, jika keseimbangan ekosistem terganggu maka ekosistem makhluk hidup juga akan terganggu pula. Untuk menanggulangi pencemaran lingkunga tersebut maka perlu adanya etika lingkungan yang dijunjung tinggi sehingga menciptakan lingkungan yang sehat dan nyaman.



















DAFTAR PUSTAKA

1.    Pratiwi, dkk.2006.Bologi untuk SMA Kelas X Makhluk Hidup dan Lingkungannya.Erlangga:Jakarta.
Poskan Komentar